Tumbuh kembang anak memang menarik dan menyenangkan untuk diperhatikan, apalagi di usia batita ketika perubahan terjadi sangat cepat. Orangtua biasanya memantau berat badan anak sebagai salah satu indikator utama kesehatan. Karena, Moms juga perlu mengetahui apakah Si Kecil sudah tumbuh optimal, atau membutuhkan perhatian khusus sebelum terlambat.
Dalam memantau tumbuh kembang, ada beberapa poin penting yang perlu Moms perhatikan secara menyeluruh. Kenaikan berat badan (BB), tinggi badan (TB) atau panjang badan (PB) idealnya mengikuti kurva pertumbuhan secara konsisten, begitu juga dengan lingkar kepala yang mencerminkan perkembangan otak. Perkembangan motorik, bahasa, dan sosial juga perlu sesuai dengan tahapan usia, ditambah kondisi anak yang jarang terkena sakit sebagai tanda daya tahan tubuh yang baik.
Jika berat badan anak naik secara stabil meski terlihat lebih ramping dibanding teman seusianya, sering kali masih tergolong normal. Namun, bila berat badan anak stagnan atau justru menurun, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lho, Moms.
Lalu, bagaimana jika berat badan anak ternyata kurang atau berada di bawah angka normal? Apakah kondisi ini perlu membuat Moms khawatir dan segera mengambil tindakan khusus? Pertanyaan ini cukup sering muncul, apalagi ketika membandingkan berat badan anak dengan anak lain seusianya.
Menurut standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penilaian status gizi anak dilakukan menggunakan beberapa indikator, salah satunya adalah berat badan berdasarkan usia atau BB/U. Indikator ini digunakan khusus untuk anak usia 0–60 bulan. Anak dalam rentang usia tersebut dikategorikan memiliki berat badan anak kurang apabila hasil pengukuran BB/U berada di bawah -2 hingga -3 standar deviasi (SD) SD pada kurva standar WHO yang bisa Moms temukan di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Artinya, berat badan anak berada cukup jauh di bawah rata-rata anak seusianya.
Sebagai gambaran sederhana, misalnya menurut kurva standar WHO, berat badan ideal anak usia 2 tahun berada di angka sekitar 12 kg. Jika hasil pengukuran menunjukkan berat badan anak masih mendekati angka tersebut dan berada di atas batas -2 SD, maka Moms tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, jika selisihnya sudah mencapai lebih dari -2 SD atau bahkan -3 SD, misalnya hanya 9–10 kg, maka kondisi berat badan anak ini perlu diwaspadai dan sebaiknya dikonsultasikan ke tenaga kesehatan.
Faktor Penyebab Berat Badan Anak Kurang
Berat badan anak yang kurang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor genetik atau keturunan seringkali berperan, terutama jika orang tua memiliki postur tubuh yang cenderung kecil. Selain itu, faktor ekonomi dan kecukupan gizi, tingkat pendidikan orang tua, hingga kondisi psikologis seperti gangguan makan juga dapat mempengaruhi berat badan anak. Tidak kalah penting, adanya penyakit tertentu, efek samping obat-obatan, atau kondisi medis yang menurunkan nafsu makan juga dapat menyebabkan berat badan anak sulit naik.
Jika kondisi berat badan anak kurang dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa cukup serius. Kurangnya asupan nutrisi dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Si Kecil sehingga lebih rentan terkena infeksi. Anak juga bisa mengalami kekurangan energi, durasi sakit yang lebih lama, serta tingkat keparahan penyakit yang meningkat. Dalam jangka panjang, berat badan anak yang rendah berisiko memicu gangguan perkembangan, membuat anak kurang aktif, sulit berkonsentrasi, dan akhirnya mengalami kesulitan belajar serta beraktivitas saat memasuki usia sekolah.
Tips Menaikkan Berat Badan Anak agar Optimal
Jika berat badan anak berada di bawah rata-rata namun tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu, Moms bisa mulai melakukan beberapa langkah sederhana di rumah untuk membantu menaikkan berat badan anak agar kembali optimal.
1. Menyediakan asupan kalori yang cukup untuk anak
Langkah utama yang bisa dilakukan adalah memastikan asupan kalorinya tercukupi. Kalori merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas dan pertumbuhan anak. Moms bisa menambahkan makanan padat energi seperti nasi, kentang, alpukat, telur, keju, atau daging dalam menu harian.
2. Memberi makan anak beberapa kali dalam sehari
Menaikkan berat badan anak juga bisa dilakukan dengan meningkatkan frekuensi makan. Moms tidak harus terpaku pada jadwal makan utama pagi, siang, dan malam. Anak bisa diberikan makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, termasuk camilan bergizi di sela waktu makan.
3. Atur minum saat makan
Mengatur waktu minum saat makan juga berperan penting dalam menaikkan berat badan anak. Terlalu banyak minum saat makan dapat membuat anak cepat kenyang, sehingga asupan makanan utamanya berkurang dan kebutuhan kalori tidak terpenuhi.
4. Istirahat yang cukup
Selain asupan makanan, istirahat yang cukup juga berpengaruh pada berat badan anak. Saat tidur, tubuh anak melakukan proses pemulihan dan pertumbuhan, termasuk pembentukan jaringan tubuh yang mendukung kenaikan berat badan.
Pastikan Si Kecil memiliki rutinitas tidur yang nyaman dan berkualitas, terutama tidur malam yang cukup. Lingkungan tidur yang tenang, kering, dan nyaman akan membantu anak beristirahat lebih nyenyak sehingga pertumbuhan berat badan anak bisa berlangsung maksimal.
Menjaga kualitas istirahat Si Kecil tentu tidak lepas dari kenyamanan sehari-hari, termasuk urusan popok yang dipakai. Popok yang lembab atau terasa sesak bisa membuat tidur anak tidak nyenyak, padahal istirahat berkualitas sangat penting untuk mendukung kenaikan berat badan anak secara optimal.
Merries Premium Pants bisa menjadi andalan Moms dalam menjaga waktu istirahat Si Kecil. Popok ini dirancang dengan 5++ Miliar pori sirkulasi udara yang membantu melepas udara lembab keluar, namun tetap menahan cairan. Memiliki karet pinggang lembut yang dapat diregangkan hingga 2,5 kali, Merries Premium Pants terasa pas di pinggang dan selangkangan Si Kecil, serta tidak mudah melorot.
Udara bebas mengalir berkat teknologi permukaan bergelombang dan terowongan udara di bagian pinggang dalam popok Merries Premium Pants. Selain itu, kotoran lunak juga dapat tertahan dan tidak menyebar ke permukaan kulit, sehingga kulit Si Kecil tetap kering dan nyaman. Si Kecil dapat tertidur nyaman berkat daya tampung Merries Premium Pants yang banyak sehingga mengunci cairan dengan cepat. Moms juga akan terbantu dengan alarm penanda pipis yang membantu mengetahui kapan saatnya mengganti popok, dan roll up tape yang memudahkan menggulung popok bekas pakai.
Merries Premium Pants dapat menjadi teman terpercaya Moms dalam menjaga Si Kecil beristirahat dengan nyaman sehingga tumbuh kembangnya optimal. Dapatkan Merries Premium Pants segera di toko e-commerce yang bisa Moms kunjungi di sini.